Sunday, 26 April 2015

Teori Produsen Dan Produksi



Produsen ialah orang atau badan usaha yang berperan dalam rangka peningkatan nilai guna barang atau jasa sehingga bisa menciptakan barang atau jasa untuk kebutuhan konsumen. Sedangkan produksi ialah kegiatan mengubah sumber daya atau bahan baku menjadi barang yang bernilai guna sehingga juga meningkatkan nilai jual atau kegiatan mengunah sumber daya manusia menjadi suatu jasa dan.
Fungsi produksi adalah hubungan fungsional atau sebab akibat antara input dan output. Dalam hal ini input sebagai sebab, dan output sebagai akibat. Atau input sebagai variabel bebas dan output sebagai variabel tak bebas. Input produksi dikenal juga dengan factor-faktor produksi, dan ouput produksi dikenal juga dengan jumlah produksi. Fungsi produksi merupakan suatu fungsi atau persamaan yang menyatakan hubungan antara tingkat output dengan tingkat penggunaan input-input.
Produksi optimal atau Economic Production Quantity (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan. Metode EPQ dapat dicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimun. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biaya persediaan atau total inventori cost (TIC) minimum. Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan.

Least Cost Combination ialah penggunaan kombinasi faktor produksi dengan menggunakan biaya yang paling murah. isoquant atau isoproduct curve adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara berbagai kemungkinan 2 input variabel dengan tingkatan output tertentu atau kurva yang menghubungkan titik kombinasi input untuk menghasilkan tingakt output yang sama.

Macam – macam Ongkos :
a)    Total Fixed Cost (Ongkos Total Tetap) adalah jumlah ongkos yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh : penyusutan, sewa, dsb.
b)   Total Variabel Cost (Ongkos Variabel Total) adalah jumlah ongkos-ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan. Contoh : ongkos bahan mentah, tenaga kerja, dsb.
c)    Total Cost (Ongkos Total) adalah penjumlahan antara ongkos total tetap dengan ongkos total variabel. TC = TFC + TVC.
d)   Average Fixed Cost (Ongkos Tetap Rata-rata) adalah ongkos tetap yang dibebankan kepada setiap unit output. AFC = TFC / Q , dimana Q = tingkat output.
e)    Average Variabel Cost (Ongkos Variabel Rata-rata) adalah ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit output. AVC = TVC / Q.
f)    Average Total Cost (Ongkos Total Rata-rata) adalah ongkos produksi yang dibebankan untuk setiap unit output. ATC = TC / Q.
g)    Marginal Cost (Ongkos Marginal) adalah tambahan atau berkurangnya ongkos total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output. MC = ∆TC / ∆Q = ∆TVC / ∆Q.

Kurva Ongkos
adalah kurva yang menunjukan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat tinggi output yang dihasilkan.

Penerimaan (Revenue)
ialah pendapatan/penerimaan yang diterima/diperoleh oleh suatu perusahaan sebagai hasil usaha pokok yang dilakukan oleh perusahaan.

Keuntungan Maximum
ialah selisih antara penerimaan total dengan biaya total bagi yang di dapat menurunkan harga jual dengan menambah output yang produksi dan dapat menaikan harga jual dengan mengurangi jumlah output yang diproduksi. Tentu saja menaikan atau menurunkan harga jual monopoli dengan tujuan untuk menaikan penerimaan total sangat tergantung pada elastisitas permintaan outputnya. Oleh karena itu sebuah perusahaan monopolis akan memproduksi jumlah barang sampai pada tingkat MR=MC.


         Pendekatan Total dicapai dicapai jika selisih penjualan total (TR) dg biaya total (TC) memiliki nilai positif terbesar.


          Pendekatan Marginal dicapai jika MR = MC atau MR – MC menghasilkan angka positif minimum dan MC sedang meningkat,

         Pendekatan Rata – rata dalam pendekatan ini perhitungan laba per unit dilakukan dengan membandingkan antara biaya produksi rata-rata (AC) dengan harga jual output (P) . Laba total adalah laba per unit dikalikan dengan jumlah output yang terjual. Dapat dijelaskan secara matematis π=(P-AC).Q. Dari persamaan ini perusahaan akan mencapai laba bila harga jual per unit output (P) lebih tinggi dari biaya rata-rata (AC). Perusahaan hanya mencapai angka impas bila P sama dengan AC. Keputusan untuk memproduksi atau tidak didasarkan perbandingan besarnya P dengan AC. Bila P lebih kecil atau sama dengan AC, Perusahaan hanya mencapai angka impas bila P=AC. Keputusan untuk memproduksi didasarkan pada perbandingan antara P dengan AC. Bila P lebih kecil atau sama dengan AC maka perusahaan tidak mau memproduksi. Implikasi pendekatan rata-rata adalah perusahaan atau unit laba usaha harus menjual sebanyak-banyaknya(maximum Selling) Agar laba (π) makin besar.


Sumber:
-Google, Wikipedia.

http://www.academia.edu/5393604/TE_Mikro_baru
 http://www.wibowopajak.com/2014/04/pengertian-pendapatan-operasi-operating.html







Saturday, 25 April 2015

Teori Permintaan Dan Penawaran



1.     Pengertian Permintaan dan Penawaran
          Permintaan dalam isitilah ekonomi disebut demand adalah jumlah barang dan jasa yang berada di pasar dengan harga tertentu dan pada waktu tertentu yang akan dibeli oleh konsumen.
         Penawaran dalam istilah ekonomi disebut supply adalah jumlah barang dan jasa yang dijual oleh penjual pada saat tertentu dan pada tingkat harga tertentu pula.
 2.      Hukum Permintaan dan Penawaran
          Hukum Permintaan  :

“makin tinggi harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang diminta; sebaliknya makin rendah harga suatu barang makin banyak jumlah barang yang diminta”
         Hukum Penawaran :

“makin tinggi harga suatu barang, makin banyak jumlah barang yang ditawarkan oleh para penjual; sebaliknya makin rendah harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang ditawarkan”
3.      Faktor - faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran
           Permintaan :
a)    Selera konsumen
b)   Ketersedian dan harga barang
c)    Pendapatan konsumen
d)   Perkiraan harga masa depan
e)   Intensitas kebutuhan konsumen
a.    Penawaran :
f)    Biaya produksi
g)   Tujuan Perusahaan
h)   Pajak
i)     Ketersedian
j)    Prediksi harga masa  depan
4.      Penentuan Harga Keseimbangan
Masalah harga berhubungan dengan barang ekonomis, sebab barang ekonomis adanya langkah dan berguna dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan uang dengan bantuan harga. Harga adalah perwujudan nilai tukar atas suatu barang/jasa yang dinyatakan uang. Oleh karena itu, harga merupakan nilai tukar obyektif atas barang/jasa dan nilai tukar obyektif itu sendiri adalah harga pasar atau harga keseimbangan. Harga pasar tidak terbentuk secara otomatis akan tetapi melalui suatu proses mekanisme pasar yakni tarik menarik antara kekuatan pembeli dengan permintaannya dan kekuatan penjual dengan penawarannya.
Berdasarkan pengertian tersebut maka harga keseimbangan dapat diartikan harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.
5.      Pendekatan Perilaku Konsumen
          Pendekatan Kardinal
a)    Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur
b)   Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan
c)    Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan.Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin kecil.( Mula – mula kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau saturation point tambahan kepuasan akan semakin turun ).Hukum ini menyebabkan terjadinya Downward sloping MU curva. Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan hukum Gossen
d)   Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau membayar dengan harga murah
e)   Pendekatan kardinal biasa disebut sebagai Daya guna marginal


          Pendekatan Ordinal
Pendekatan ordinal mengukur kepuasan konsumen dengan angka ordinal (relatif).Tingkat kepuasan konsumen dengan menggunakan kurva indiferens(kurva yg menunjukkan tingkat kombinasi jumlah barang yang dikonsumsi yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama).

6.      Konsep Elastis
        Harga yaitu mengukur pendekatan ordinal mengukur kepuasan konsumen dengan angka ordinal (relatif).Tingkat kepuasan konsumen dengan menggunakan kurva indiferens(kurva yg menunjukkan tingkat kombinasi jumlah barang yang dikonsumsi yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama).
a)    Silang mengukur presentase perubahan permintaan buat barang sebagai akibat perubahan harga barang lain sebesar 1%.
b)   Pendapatan mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah bila pendapatan berubah sebesar 1%.



Sumber:
-Google, Wikipedia.
https://sunarto.staff.gunadarma.ac.id