Tuesday, 27 January 2015

Pandangan Mengenai Sistem dan Cara Mengajar yg Diterapkan Oleh Dosen Matkul Teori Organisasi Umum 1



Kuliah Softskill sangat dibutuhkan bagi mahasiswa di setiap universitas. Karena di mata kuliah ini kita dilatih untuk mengeluarkan masing-masing kemampuan yang kita miliki. Dengan mempelajari mata kuliah ini kita di dorong untuk lebih kreatif dan melatih kepribadian individu dari masing-masin siswa. Selain itu kita tahu apa yang masih kurang dari kemampuan kita dan mengisi kekurangan-kekurangan tersebut.

Dosen yang mengajar mata kuliah Teori Organisasi Umum 1 pada kelas saya adalah Bapak Mario Zefanya. Menurut pandangan saya tentang cara mengajar beliau cukup bagus. Beliau memberikan warna baru dalam mengajarkan softskill. Yaitu dengan menerapkan Nilai A bagi mahasiswa yang mempunyai kekreatifan dan kemampuan yang bagus, menarik dan unik untuk di tampilkan/presentasikan di depan mahsiswa lain. Cara mengajar ini bagus karena mendorong mahasiswa untuk berani tampil dan berlomba-lomba mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk mendapatkan nilai A. Tapi sangat disayangkan tidak semua mahasiswa yang berani tampil dan masih malu untuk mengeluarkan kemampuan-kemampuan terbaiknya.

20 Hal yang Harus Ditambahkan, Dirubah atau Dihilangkan dari Universitas Gunadarma


Selama satu setengah tahun saya berkuliah di Universitas Gundarma. Dan sudah banyak hal yang saya rasakan sejak kuliah disini. Ada banyak hal yang harus ditambah, dirubah, maupun dihilangkan dari Universitas Gunadarma. Berikut adalah 20 hal yang menurut saya harus ditmbah, dirubah, maupun dihilangkan :
  1. Diubahnya OHP menjadi proyektor.
  2. Untuk jaringan internetnya mohon diperluas dan dipercepat.
  3. Dihilangkan papan tulis kapur dan diganti dengan papan tulis spidol.
  4. Untuk kelas yang berada di gedung  atas perlu ditambah horden supaya belajar ngga silau.
  5. AC disetiap kelas agar diperbaiki supaya kembali dingin.
  6. Ditambahkan toilet pria dan wanita disetiap lantai.
  7. Toilet mahasiswa tolong diperbaiki lalu ditambahkan cermin dan hand dryer.
  8. Diganti bangku-bangku yang ada di kampus D, E, G. Karena banyak bangku yang sudah tidak layak dipakai.
  9. Untuk kampus G ditambahkan masjid.
  10. Diperluasnya tempat parkir kendaraan.
  11. Disediakan kantin untuk setiap kampus
  12. Diperbanyak SATPAM penjaga yang bertugas diparkiran. Karena masih banyak mahasiswa yang kehilang helm motor bahkan motornya.
  13. Website Studensite yang masih error.
  14. Informasi di BAAK yang kurang up to date.
  15. Dihilangkan Ujian Utama (UU).
  16. Dihilangkan Lab FISDAS bagi mahasiswa jurusan SI.
  17. Jadwal perkuliahan, UTS, UAS dan libur disamakan dengan Universtas lain.
  18. Dirubah sistem pembayaran uang semester.
  19. Ditambahkan pemancar sinyal yang kuat di setiap kampus dan gedung
  20. Dihidupkan kembali Internet Longue

Saturday, 20 December 2014

CARA MEMPENGARUHI ORANG LAIN UNTUK MEMBUAT SUATU KEPUTUSAN YANG TERBAIK

     Dengan cara berbicara dalam bahasa yang baik dan sopan, sehingga  mudah dipahami oleh orang lain. Dan yakin apa yang kita pilih dan kita harus meyakinkan kepada orang lain bahwa itu adalah keputusan yang terbaik.

Sunday, 14 December 2014

FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KONFLIK



Faktor Penyebab Konflik


1.    Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.

2.    Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.

3.     Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.

4.    Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formal perusahaan. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau mendadak, akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada.


Sumber:
-Google, Wikipedia.

http:// dadangpramono.wordpress.com/2013/10/20/konflik-organisasi/

KONFLIK ORGANISASI DAN JENIS-JENISNYA


Konflik Organisasi



Konflik adalah suatu proses antara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkannya atau membuatnya menjadi tidak berdaya.

Konflik itu sendiri merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat maupun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggota atau antar kelompok masyarakat lainnya, konflik itu akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Konflik yang dapat terkontrol akan menghasilkan integrasi yang baik, namun sebaliknya integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan suatu konflik.

Konflik menurut Robbin
konflik organisasi menurut Robbins (1996) adalah suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat (sudut pandang) yang berpengaruh terhadap pihak-pihak yang terlibat baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif.

Pandangan ini dibagi menjadi 3 bagian menurut Robbin yaitu :

1.Pandangan tradisional
Pandangan ini menyatakan bahwa konflik itu hal yang buruk, sesuatu yang negatif, merugikan, dan harus dihindari. Konflik ini suatu hasil disfungsional akibat komunikasi yang buruk, kurang kepercayaan, keterbukaan diantara orang-orang dan kegagalan manajer untuk tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi para karyawan tersebut.

2.Pandangan kepada hubungan manusia.
Pandangan ini menyatakan bahwa konflik dianggap sebagai sesuatu peristiwa yang wajar terjadi didalam suatu kelompok atau organisasi. Konflik dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat dihindari karena didalam kelompok atau organisasi pasti terjadi perbedaan pandangan atau pendapat. Oleh karena itu, konflik harus dijadikan sebagai suatu hal yang bermanfaat guna mendorong peningkatan kinerja organisasi tersebut.

3.Pandangan interaksionis.
Pandangan ini menyatakan bahwa mendorong suatu kelompok atau organisasi terjadinya suatu konflik. Hal ini disebabkan suatu organisasi yang kooperatif, tenang, damai dan serasi cenderung menjadi statis, apatis, tidak aspiratif dan tidak inovatif. Oleh karena itu, konflik perlu dipertahankan pada tingkat minimum secara berkelanjutan sehingga tiap anggota di dalam kelompok tersebut tetap semangat dan kreatif.



Jenis-Jenis Konflik:

Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :

1. Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya. Bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.

2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama, dimana hal ini sering diakibatkan oleh perbedaan–perbedaan kepribadian.Konflik ini berasal dari adanya konflik antar peranan ( seperti antara manajer dan bawahan ).

3. Konflik antar individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka. Sebagai contoh, seorang individu mungkin dihukum atau diasingkan oleh kelompok kerjanya karena melanggar norma – norma kelompok.

4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok atau antar organisasi.

5. Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, dan jasa, harga–harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya lebih efisien.


Sumber:
-Google, Wikipedia.
http://laisanurin.blogspot.com/2011/12/konflik-organisasi.html